Tampilkan postingan dengan label zat besi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zat besi. Tampilkan semua postingan

Makan siang hari ini

Brokoli dan wortel dikukus
Tenderloin (daging has dalam) ditumis sebentar pakai minyak zaitun
Kentang goreng

Kaya zat besi

BLW: Makanan kaya zat besi

Topik zat besi ini terus terang salah satu topik yang bikin deg2an.
Dulu pas Jimmy umur 4 bulan, dokternya menyarankan dan memberikan suplemen zat besi untuk dikasih ke Jimmy setiap hari.
Apakah aku kasih ke Jimmy? Tidak =P

Aku dengan PD-nya yakin bahwa ASI dan MPASI-nya kelak akan mencukupi asupan zat besinya (padahal takut juga hehe).

Jadi aku mulai baca-baca lah tentang bagaimana cara memberi makanan kaya zat besi untuk bayi BLW. Kalau bayi non-BLW kan biasanya dari hari pertama di kasih sereal bayi yang sudah diperkaya dengan zat besi ya. Nah kalau bayi BLW gimana?

1. Hasil dari baca-baca menyimpulkan aku harus kasih Jimmy daging sejak umur 6 bulan. 
Seperti bisa dilihat di menu BLW, aku kasih daging seminggu sekali mulai dari minggu ke 3 dan ke 4.

Untuk mempermudah ibu-ibu mengatur menu bayi, berikut aku urut makanan kaya zat besi menurut jumlah kandungan zat besinya ya, ini semua berdasarkan informasi yang aku dapat di berbagai sumber internet, jadi mohon maaf kalau ada salah:
  1. Hati ayam atau sapi
  2. Daging sapi
  3. Sarden (yang dikemas dalam minyak)
  4. Ayam (paha, kemudian dada)
  5. Ikan
Kemudian ada zat besi yang ditemukan dalam makanan tumbuhan seperti sayur-sayuran dan kacang-kacangan. Sayangnya badan kita tidak menyerap zat besi dari makanan ini secara maksimal (hanya 2-10%) dibandingkan dengan zat besi dari protein (penyerapan bisa mencapai 30%). Tapi ya kalau anak lagi males makan daging, lumayan banget kalau bisa makan:
  1. Kacang-kacangan (miju-miju, dll)
  2. Labu
  3. Tahu
  4. Apricot kering
  5. Kentang 
  6. Brokoli
  7. Telur
  8. Bayam
  9. Roti gandum
 2. Penyerapan zat besi juga akan lebih baik jika pada saat bersamaan, anak dikasih makanan yang kaya vitamin C. Misalnya jeruk, kiwi, tomat, ubi, dll. Jadi pas atur menu, padukan makanan kaya zat besi + vitamin C.

 3. Hindari makanan/minuman yang menghambat penyerapan zat besi, yaitu susu sapi dan teh.
Jadi jangan kasih makanan yang mengadung susu pada saat bersamaan (keju, dll.) kalau memakan makanan kaya zat besi agar penyerapan maksimal.

Jimmy & tenderloin & gagging

Jadi kan ceritanya pas Jimmy umur 4 bulan, dokternya Jimmy kasih tetesan zat besi buat Jimmy, katanya sangat disarankan untuk dikasih setiap hari. Dia jelasin lah pentingnya zat besi dll. dst. dan zat besi yang dikandung dalam ASI sudah mulai mengurang.

Setelah pulang aku cari tahu deh di Internet tentang suplemen zat besi ini. Dan setelah menimbang semua informasi yang ada, aku memutuskan untuk tidak memberi suplemen itu ke Jimmy. Kasihan, katanya rasanya kayak logam, dan banyak juga ibu-ibu yang menggunakan cara alami untuk memastikan anaknya cukup zat besi (misalnya dengan mengkonsumsi makanan kaya zat besi). Setelah itu tinggal memastikan saja pas anak mulai makan makanan padat, mereka makan makanan yang kaya zat besi.

Nah Jimmy kan mau BLW tuh ceritanya. Dan aku baca daging merupakan sumber kaya zat besi. Jadi aku cari tahu gimana cara kasih daging ini ke Jimmy sejak 6 bulan. Akhirnya aku ikutin saran-saran bule-bule yang ber BLW, cara persiapan tenderloinnya bisa dibaca di sini. Intinya mereka umur segini hanya menghisap-hisap cairan dalam daging (jusnya), nah ini nih sumber zat besinya.
Tetapi aku juga baca, makan daging ini bisa buat pup-nya jadi keras, jadi aku batasin seminggu sekali aja pas umur 6 bulan.

Ini nih video Jimmy 'makan' tenderloin:


*catatan: sebelum video ini, Jimmy perlu 3-5 menit-an untuk bisa pegang dagingnya dan kita bantu .

Nah pas 7 bulan, aku upgrade deh dari tenderloin jadi daging giling yang bisa dia gigit dan makan. Resepnya bisa dilihat disini.
Trus Jimmy sempat gagging pas makan ini huhu, gara-gara gigitnya terlalu besar, sampai ASI nya ikut dimuntahin juga. Aku panikkkkk, bingung mau ngapain, akhirnya aku biarin aja karena pernah baca kalau sebaiknya dibiarkan saja dia dan kita hitung sampai 10. Dan bener, setelah itu dia baik-baik saja fiuhhhh.

Jadi yang penasaran gagging itu seperti apa, silahkan lihat video ini, di 7 menit ke atas kejadiannya.



Pasta bolognaise


  1. Rebus jenis pasta apa saja sampai matang sesuai petunjuk di kemasan (sesuaikan porsi dengan porsi makan masing-masing bayi)
  2. Di wajan, panaskan sedikit minyak dan tumis 1/2 sendok teh irisan kecil bawang bombay dan 50 gram daging giling sampai matang
  3. Tambahkan 1/4 tomat yang sudah diiris kecil, dan bisa sedikit ditekan-tekan agar jus tomatnya keluar
  4. Matikan api, dan campurkan pasta ke dalam wajan. 
  5. Jika perlu, tuangkan sedikit air bekas rebusan pasta ke dalam wajan kalau pastanya terlalu kering.

Tenderloin (6 bulan+)

  1. Potong daging tenderloin sepanjang dan selebar jempol dewasa (lihat foto)
  2. Panggang dalam oven sampai matang (kurang lebih 200 derajat/10 menit tergantung oven)
Pada usia 6 bulan, bayi hanya akan mengisap jus daging (yang kaya akan zat besi), sampai seperti ini:



Daging giling isi bayam/kangkung (7 bulan+)

  1. Campur 50 gr daging giling dengan irisan 10 daun bayam/kangkung yang sudah dicuci bersih
  2. Bentuk seperti mini burger
  3. Panggang di atas wajan dengan sedikit minyak sampai matang

Daging giling (7 bulan)


  1. Bentuk bundar 50 gram daging giling, atau bentuk sesuai kemampuan bayi
  2. Panggang di wajan sampai matang, kurang lebih 1 menit tiap sisi (daging jangan dipencet-pencet ketika memanggang karena ini akan membuat daging menjadi kering - jus daging kaya zat besi)

Telur bayam (8 bulan)


  1. Cuci bersih 4 daun bayam, iris kecil
  2. Campurkan dalam 1 kocokan kuning telur
  3. Panggang dalam wajan dengan sedikit minyak