Tampilkan postingan dengan label 6 bulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 6 bulan. Tampilkan semua postingan

BLW: Makanan kaya zat besi

Topik zat besi ini terus terang salah satu topik yang bikin deg2an.
Dulu pas Jimmy umur 4 bulan, dokternya menyarankan dan memberikan suplemen zat besi untuk dikasih ke Jimmy setiap hari.
Apakah aku kasih ke Jimmy? Tidak =P

Aku dengan PD-nya yakin bahwa ASI dan MPASI-nya kelak akan mencukupi asupan zat besinya (padahal takut juga hehe).

Jadi aku mulai baca-baca lah tentang bagaimana cara memberi makanan kaya zat besi untuk bayi BLW. Kalau bayi non-BLW kan biasanya dari hari pertama di kasih sereal bayi yang sudah diperkaya dengan zat besi ya. Nah kalau bayi BLW gimana?

1. Hasil dari baca-baca menyimpulkan aku harus kasih Jimmy daging sejak umur 6 bulan. 
Seperti bisa dilihat di menu BLW, aku kasih daging seminggu sekali mulai dari minggu ke 3 dan ke 4.

Untuk mempermudah ibu-ibu mengatur menu bayi, berikut aku urut makanan kaya zat besi menurut jumlah kandungan zat besinya ya, ini semua berdasarkan informasi yang aku dapat di berbagai sumber internet, jadi mohon maaf kalau ada salah:
  1. Hati ayam atau sapi
  2. Daging sapi
  3. Sarden (yang dikemas dalam minyak)
  4. Ayam (paha, kemudian dada)
  5. Ikan
Kemudian ada zat besi yang ditemukan dalam makanan tumbuhan seperti sayur-sayuran dan kacang-kacangan. Sayangnya badan kita tidak menyerap zat besi dari makanan ini secara maksimal (hanya 2-10%) dibandingkan dengan zat besi dari protein (penyerapan bisa mencapai 30%). Tapi ya kalau anak lagi males makan daging, lumayan banget kalau bisa makan:
  1. Kacang-kacangan (miju-miju, dll)
  2. Labu
  3. Tahu
  4. Apricot kering
  5. Kentang 
  6. Brokoli
  7. Telur
  8. Bayam
  9. Roti gandum
 2. Penyerapan zat besi juga akan lebih baik jika pada saat bersamaan, anak dikasih makanan yang kaya vitamin C. Misalnya jeruk, kiwi, tomat, ubi, dll. Jadi pas atur menu, padukan makanan kaya zat besi + vitamin C.

 3. Hindari makanan/minuman yang menghambat penyerapan zat besi, yaitu susu sapi dan teh.
Jadi jangan kasih makanan yang mengadung susu pada saat bersamaan (keju, dll.) kalau memakan makanan kaya zat besi agar penyerapan maksimal.

Jimmy & tenderloin & gagging

Jadi kan ceritanya pas Jimmy umur 4 bulan, dokternya Jimmy kasih tetesan zat besi buat Jimmy, katanya sangat disarankan untuk dikasih setiap hari. Dia jelasin lah pentingnya zat besi dll. dst. dan zat besi yang dikandung dalam ASI sudah mulai mengurang.

Setelah pulang aku cari tahu deh di Internet tentang suplemen zat besi ini. Dan setelah menimbang semua informasi yang ada, aku memutuskan untuk tidak memberi suplemen itu ke Jimmy. Kasihan, katanya rasanya kayak logam, dan banyak juga ibu-ibu yang menggunakan cara alami untuk memastikan anaknya cukup zat besi (misalnya dengan mengkonsumsi makanan kaya zat besi). Setelah itu tinggal memastikan saja pas anak mulai makan makanan padat, mereka makan makanan yang kaya zat besi.

Nah Jimmy kan mau BLW tuh ceritanya. Dan aku baca daging merupakan sumber kaya zat besi. Jadi aku cari tahu gimana cara kasih daging ini ke Jimmy sejak 6 bulan. Akhirnya aku ikutin saran-saran bule-bule yang ber BLW, cara persiapan tenderloinnya bisa dibaca di sini. Intinya mereka umur segini hanya menghisap-hisap cairan dalam daging (jusnya), nah ini nih sumber zat besinya.
Tetapi aku juga baca, makan daging ini bisa buat pup-nya jadi keras, jadi aku batasin seminggu sekali aja pas umur 6 bulan.

Ini nih video Jimmy 'makan' tenderloin:


*catatan: sebelum video ini, Jimmy perlu 3-5 menit-an untuk bisa pegang dagingnya dan kita bantu .

Nah pas 7 bulan, aku upgrade deh dari tenderloin jadi daging giling yang bisa dia gigit dan makan. Resepnya bisa dilihat disini.
Trus Jimmy sempat gagging pas makan ini huhu, gara-gara gigitnya terlalu besar, sampai ASI nya ikut dimuntahin juga. Aku panikkkkk, bingung mau ngapain, akhirnya aku biarin aja karena pernah baca kalau sebaiknya dibiarkan saja dia dan kita hitung sampai 10. Dan bener, setelah itu dia baik-baik saja fiuhhhh.

Jadi yang penasaran gagging itu seperti apa, silahkan lihat video ini, di 7 menit ke atas kejadiannya.



Tenderloin (6 bulan+)

  1. Potong daging tenderloin sepanjang dan selebar jempol dewasa (lihat foto)
  2. Panggang dalam oven sampai matang (kurang lebih 200 derajat/10 menit tergantung oven)
Pada usia 6 bulan, bayi hanya akan mengisap jus daging (yang kaya akan zat besi), sampai seperti ini:



Lobak (6 bulan+)


  1. Kupas kulit dan potong kurang lebih sepanjang dan selebar jempol
  2. Kukus 3-4 potong selama kurang lebih 15 menit

Pepaya (6 bulan+)

Buang biji pepaya dan potong pepaya sepanjang dan selebar jempol dewasa (kalau bisa yang bagian tengahnya dekat biji karena itu bagian yang paling lembut).

Kembang kol (6 bulan+)


Pilih yang tangkainya panjang agar mudah dipegang oleh bayi.


Persiapan
  • Cuci bersih dan potong kembang kol per tangkai
  • kukus 3-4 tangkai selama kurang lebih 10 menit.


Alpukat (6 bulan+)

  1. Belah alpukat yang sudah matang, keluarkan bijinya.
  2. Potong daging alpukat sepanjang dan selebar jempol dewasa
  3. Jika bayi kesulitan menggegamnya, sebagian kulit alpukat tidak usah dikupas (dibagian genggaman bayi).

Pumpkin Butternut (6 bulan+)

  1. Kupas kulit dan potong kurang lebih sepanjang dan selebar jempol
  2. Kukus 3-4 potong selama kurang lebih 5 menit

Melon Jepang (6 bulan+)





Buang biji melon (bagian tengah) dan potong melon sepanjang dan selebar jempol dewasa (kalau bisa yang bagian tengahnya dekat biji karena itu bagian yang paling lembut).

Semangka (6 bulan+)

Potong semangka sepanjang dan selebar jempol dewasa, buang bijinya jika ada. 

(Semangka buah yang bikin berantakan karena sangat berair, dan nodanya agak lama untuk hilang, jadi pastikan bayi tidak memakai baju favorit!)

Ikan dori panggang (6 bulan+)

  1. Pilih ikan dori yang sudah tidak bertulang (biasanya dijual beku di supermarket)
  2. Panggang di wajan dengan sedikit minyak (tidak sampai 1 menit tiap sisi jika dori sudah tidak beku)
  3. Sajikan sesuai kemampuan bayi (teksturnya sangat lembut sehingga mudah hancur)

Mangga (6 bulan+)


Cuci dan potong mangga (yang sangat matang) sepanjang dan selebar jempol, kupas setengah kulitnya agar tidak terlalu licin untuk dipegang oleh bayi.

BLW Hari 10: wortel

Wortel
  • Beli di: Pasar 
  • Frekuensi makan: 1x per hari

Persiapan:
  • Cuci, kupas dan potong wortel sepanjang dan selebar jempol, yang penting gampang dipegang oleh bayi

  • kukus 3-4 potong selama kurang lebih 25 menit 


BLW Hari 7-9: kentang

Kentang
  • Beli di: Pasar 
  • Frekuensi makan: 1x per hari

Persiapan:
  • Cuci dan potong kentang kurang lebih sepanjang dan selebar jempol, yang penting gampang dipegang oleh bayi, kupas.
  • kukus 3-4 potong selama kurang lebih 15 menit

BLW Hari 4-6: ubi

Ubi
  • Pilih ubi (dalamnya warna oranye)
  • Beli di: Pasar 
  • Harga: Rp. 4.000/kg (dapat 2 ubi)
  • Frekuensi makan: 1x per hari

Persiapan:
  • Cuci, potong ubi sepanjang dan selebar jempol, yang penting gampang dipegang oleh bayi, kupas.
  • kukus 3-4 potong selama kurang lebih 7 menit

BLW Hari 1-3: brokoli

Brokoli

Selama 2 minggu pertama, Jimmy makan makanan yang sama selama 3 hari untuk tes alergi dan karena saya dan Jimmy masih sama-sama belajar BLW, jadi pelan-pelan dulu sambil tes kalau pencernaannya sudah bagus.
  • Sebaiknya beli brokoli yang organik karena baru pertama kali
  • Pilih yang tangkainya panjang agar mudah dipegang oleh bayi.

  • Beli di: Hypermart
  • Harga: Rp. 9.000 (bisa untuk 3 hari)
Persiapan
  • Cuci dan potong brokoli seperti ini:
  • kukus 3-4 tangkai selama kurang lebih 6 menit, biarkan dingin dulu dan keringkan brokoli dari air dengan menggunakan tisu dapur (paper towel). Karena kalau masih terlalu basah, jadinya blenyek pas dipegang bayi.