Tampilkan postingan dengan label blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blog. Tampilkan semua postingan

Belajar tertidur sendiri - hari ke 4

Hari ke 3 malam

7:15 papanya bacain cerita, sikat gigi, doa. Lucu banget tiba2 Jimmy minta doain om, tante dan sepupunya.

7:40 peluk2, cium2, becanda2, tiba2 dia pegang kaosku trus tutup mata dan tertidur =D sudah kecapekan ternyata. Jadi hari ini ga sempat dtinggal, udah ketiduran duluan.


Hari ke 4

10:45 minta baca cerita Toy Story 2 kali.

10:50 mulai ditinggal, masih coba nego suruh duduk dalam kamar saja.
manggil2 aku sekitar 6 kali untuk lihat bahwa dia bikin kasur basah dengan ludahnya lah, dll. dst.

11:05 tidur.


Tak pikir dengan waktu bakal lebih gampang, tapi ga juga sih, dia masih mencoba nego tiap kali, dan terus mencari pengalihan untuk ga tidur. Kalau masalah panjang atau pendeknya waktu, semua tergantung kalau dia memang sudah capek apa ga. Mungkin setelah seminggu akan ada progres. Semangat!

Belajar tertidur sendiri - hari ke 2

Kemarin malam ternyata berhasil juga latih Jimmy tertidur sendiri. Padahal menjelang jam tidur, aku udah skeptis dan meragukan diri sendiri dan sudah berpikir mau temenin dia tidur aja. Maklum, udah capek, pengen cepet2 selesai aja biar bisa istirahat secepatnya juga. 

Padahal kalau dipikir malah lebih capek temenin dia tidur karena harus nungguin dia becanda2 dulu, dll, nyanyi 20 lagu dulu, tertidurnya malah lebih lama karena kelamaan berinteraksi, padahal dia sebenarnya sudah ngantuk. 

Akhirnya paksa diri untuk coba. Dari setelah mandi sudah dibilangin kalau nanti tidur sendiri lagi ya. Trus bapaknya bacain dia buku sekitar 10 kali (ulang2 terosss).
Trus dia minta aku bacain lagi 3 kali. Ya sudah aku turutin, biar nanti ga drama. Setelah baca, sikat gigi, trus aku ingetin lagi sekarang mama peluk2 dan becanda2 dulu sama Jimmy, habis itu tidur sendiri ya. 

Becanda2 dulu di kasur, peluk2, nyanyi2 sedikit. Trus waktunya tiba untuk ditinggal. 

Dia sempat nangis sedikit, minta aku untuk duduk di ujung kasur saja. Akhirnya aku sempat duduk dalam kamar dia (lemahhhhh mamanya). Trus Jimmy ini pintar ambil hati memang, pas aku duduk itu dia minta dipeluk sekitar 5 kali =D. Peluknya peluk erat pula. Tumben, biasanya kalau minta peluk susah banget. 

Tapi aku bertahan, nego untuk tunggu di luar, eh dia ga nangis. 10 menit kemudian dia tertidur tanpa drama. Halleluyaaaa. 

Memang penting untuk tunggu sampai kira2 dia ngantuk sih, jadi prosesnya lebih mudah.


Hari ke 2 ini aku bawa Jimmy ke rumah mamaku. Nah udah skeptis lagi ga bakalan bisa karena kan bukan kamar dia, suasana berbeda. 

Jam tidur siang aku tetep coba deh. 

10:30 jelasin pelan2 tidur sendiri lagi ya, mama tunggu diluar. Nego2 suruh aku ikut tiduran. Tapi ga nangis. Akhirnya setuju aku tunggu diluar. 

Sempat bolak balik panggil aku sekitar 7 kali, minta peluk, numpahin air minum di kasur, jatuhin guling 2 kali, nego lagi minta aku tiduran, aku tenangin lagi sambil diulang2 suruh tutup mata dan tidur. 

11:15 berhasillllll tidurrrrr *puas

Proses ini mirip BLW lah, bersusah-susah sekarang, bersenang-senang di kemudian hari =P
Dan lagi-lagi seperti BLW, musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri! Belum mulai aja mamanya udah ragu sendiri, ternyata anaknya bisa kok.
Semoga konsisten terus nih. 

Mamanya giranggg

Belajar tertidur sendiri - hari pertama

Siang ini mulai lagi coba latih Jimmy untuk tertidur sendiri, tanpa harus ditemenin.

Kalau tidur sendiri di kamar sih Jimmy sudah terbiasa (dari umur 1 bulan). Tapi untuk tertidur dia biasanya aku temenin dulu, nyanyi2, pok2 pantat, sampai dia tertidur, baru deh tak tinggal.

Sebenarnya ini bukan pertama kali aku coba latih dia, tapi dulu2 ga pernah konsisten, paling sehari aja trus besoknya balik lagi ditemenin.

Siang ini:

10:30 minta dia masuk kamar untuk tidur sendiri sambil tenangin dia bahwa aku hanya di ruang tamu kok, pas di luar kamar, jadi ga jauh2.

Dia sempat tidur2an di kasurnya, trus bolak balik keluar untuk cek aku lagi ngapain...

10:45 dia keluar kamarnya cek aku lagi ngapain, trus balik lagi ke kamarnya dan tutup pintunya sendiri

10:55 Aku dengar dari luar pintunya dia lagi main2 sendiri, belum tidur juga.....

11:00 keluar kamar lagi, aku suruh masuk lagi tutup mata dan tidur
Dia masih nyanyi2 sendiri

11:15 Keluar kamar lagi untuk kasih tahu bahwa bajunya sedikit basah karena pas minum tumpah sedikit.
Gantiin kaosnya
Suruh tidur lagi, dia coba nego bilang mau duduk aja. Suruh tidur lagi.

11:17 keluar kamar lagi. Suruh tidur lagi.

11:30 Akhirnyaaaaaaaaaaa tidurrr jugaaaaa, merdekaaaaaa

Tidurnya di ujung kasur =D


Ga merdeka sih, harus masak makan siang sekarang zzzzzz *keseharian ibu RT

Parkir!


Terbuat dari 2 kotak cereal + 4 rol tissu kamar mandi 

Jimmy kalau lagi ga betah di high chair...

Jimmy dari awal pakai high-chair (HC). Tetapi walaupun sudah terbiasa dari kecil, tetap saja usia sekarang maunya mainnnn terus. Jadi kalau lagi makan di HC, dia lihat sekelilingnya ada yang lebih menarik (misalnya bapaknya lagi isi air di botol), dia minta turun deh tuh, mau ikut isi air. Grrrr.

Jadi yang aku lakukan kalau sedang di rumah adalah:
  1. Semua anggota keluarga ikut duduk makan bareng, Jimmy sukanya seperti itu. Kalau bapaknya ga duduk dan sibuk di dapur, dia pasti akan suruh duduk dan makan. Kalau bapaknya duduk tapi ga makan karena makanan sudah habis, pasti dia sibuk suruh2 untuk nambah dan makan lagi. Dia suka kalau semua makan bareng. Jadi aku dan suami harus makan dengan pelan biar ga disuruh makan 2 porsi =P
  2. Buat suasana makan yang menyenangkan, makan lahap, sambil ngobrol tanya hari ini ngapain aja? Ajak Jimmy cerita dia ngapaian aja hari itu. Pokoknya suasana ceria sambil makan makanan terenak di dunia =P
  3. Hindari adanya hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian dia, seperti isi botol air lah (ini aktifitas menarik banget buat dia), nyalain TV lah, dll. dst.
  4. Aku ada booster seat yang bisa jadi pilihan lain untuk dia duduk kalau bosan di HC. Jadi dia tetap makan di meja makan.
  5. Hanya taruh dia di HC kalau semua makanan sudah siap dan tinggal makan saja, jadi dia ga lama-lama duduk tunggu makanan dingin, dll,
Kalau Jimmy tetep minta turun, biasanya aku:
  1. Aku sering jelasin ke Jimmy sampai sekarang bahwa "there's a time for everything" ada waktu untuk semua. Ada waktu untuk bermain, waktu untuk tidur, waktu untuk  makan. Sekarang waktunya makan. Jadi makan. Setelah makan bisa main lagi. Ini berlaku juga pas jam tidur siang dia, biasanya dia ga mau tidur tuh kan, maunya mainnnn, ulangin lagi penjelasan ini.
  2. Konfirmasi ke dia lagi, bener ga mau makan lagi ya? Kalau gitu papa makan sisa makanan Jimmy ya? Langsung deh dia ga rela dan lanjut makan =D
  3. Kalau dia bener konfirmasi ya sudah tak turunin aja. Disini ada 2 pilihan. Kalau makannya baru sedikit, bisa dicoba untuk ditawarin lagi 1 jam kemudian, tetep di HC ya. Pilihan lain ya kadang aku taruh saja piringnya di meja rendah yang dia bisa jangkau. Kalau lapar dia ambil sendiri deh di sela-sela main. Tapi ini hanya berlaku untuk jenis makanan yang ga berantakan (kentang, dll.). 
  4. Kalau jenis makanan yang potensi berantakan dan dia tetap ga mau di HC, tak tawarin duduk di tempat lain, tapi tetap harus duduk pas makan.
Kalau untuk makanan utama, Jimmy memang tak biasain makan di HC. Sejak dia lancar berjalan, untuk cemilan aku lebih fleksibel, yang penting dia bisa jangkau dan makan sendiri.

Tanda palsu ga mau makan...

Kadang tindakan Jimmy itu disalah pahamkan oleh mamanya, mari belajar dari pengalamanku:

Kasus pertama:

Aku masak menu yang amazingggg banget lah buat Jimmy siang itu. Motong segala bawang, nyuci sayur, giling daging, panas2an masak di dapur dll dst.

Tibalah jam makan siang, Jimmy sudah duduk di HC, dan aku letakkan makanannya dengan bangga di depannya, masterpiece pokoknya.

"Gaaaa, bo bo bo" (bahasa Jimmy buat yoghurt)

GRRRRRRRRRRRRRRR

Ini jam makan siang, bukan waktunya untuk makan yoghurt, makan ini ajaaa

"Gaaa, bo bo" (sambil nunjuk2 ke kulkas)

Nah anak BLW ga bisa dipaksa kan makannya? Masa dijejelin? Ga mungkin. Jadi dari situ aku ada 2 pilihan:
  • angkat dia dari HC dengan asumsi dia belum mau makan ATAU 
  • menyerah dan kasih yoghurt.

OK makan yoghurt, tapi habis itu makan ini ya?

Oke oke (sambil manggut2).

Dengan kesal aku kasih deh yoghurtnya, dia ketawa2 bahagia sambil makan. Yoghurt habis. Apa yang dia lakukan setelah itu? Dia ambil piring makanan utama, dan dia makan.

Fiuhhhhh, ngapain emosi ya tadi pas awal. Cukup dengerin kemauan anak, wong dia cuman minta yoghurt, kenapa aku langsung asumsi dia ga mau makan? Padahal mungkin dia hanya mau appetizer dulu gitu =D


Kasus kedua

Jimmy lagi makan siang, baru 3 sendok dia bilang 'udah udah' sambil geser piringnya menjauh. Hadeuhhhh dalam hati kok ini anak makannya dikit banget, baru segitu udah ga mau lagi.

"yoghurt" 

(tarik napas)

Ya udahlah ya mamanya nyerah, kasih yoghurt. Dia habisin yoghurtnya. Setelah selesai, dia ambil piring yang tadi, dan dia lanjut makan makanan utamanya.....huhuyyyyyyyyyyy.

Intinya? 
  1. Jangan cepat berasumsi anak ga mau / susah makan 
  2. Jangan singkirkan makanan dari meja sebelum benar-benar selesai, mungkin anak masih mau makan. Kalau bisa letakkan piring dekat dia, jadi dia bisa ambil sendiri kalau mau lagi.
  3. Mungkin cara anak makan berbeda-beda, Jimmy suka selang-seling, urutan makannya mungkin aneh buat kita, tapi ga masalah, yang penting yang kita tawarin ga membahayakan kesehatan dia.

Jimmy sakit

Beberapa hari lalu Jimmy demam cukup tinggi, 39,55. Ini pertama kalinya Jimmy sakit pakai lemessssss, sampai maunya tiduran aja seharian.

Gimana makannya? Hanya 1 sendok selama 24 jam. Itu juga pakai dibujuk-bujuk.

Besoknya Jimmy membaik dan kembali makan seperti biasa.

Pelajarannya, sepertinya 99% anak sakit akan menurun nafsu makannya, bahkan tidak mau makan sama sekali. TETAPI pasti nafsu makan akan balik lagi setelah dia sembuh.

Jadi apa yang bisa kita lakukan? Jangan terlalu fokus ke ga mau makannya, malah bikin stres, tapi fokus ke apa yang bisa membantu dia sembuh selain makan, karena seiring dengan dia membaik, pasti akan mau makan lagi. Jadi lebih cepat sembuh, lebih cepat makan.

Apa yang bisa bantu anak sembuh? Ya monggo di google atau ke tanyakan kepada dokter aja ya hehe.
Kalau Jimmy kemarin demam tinggi aku kasih obat penurun panas (biasanya ga aku kasih sih dan biarin turun sendiri), trus tak kompres, pakai pakaian yang ga bikin gerah, dan tentunya aku begadang agar dia nyaman tidurnya dengan berbagai posisi.

Sebelum ini kalau Jimmy sakit, dia masih mau makan walaupun ga banyak. Biasanya dia suka makan buah-buahan yang segar seperti jeruk, dan makan yoghurt juga.

Jadwal pembelian bahan makanan Jimmy

Yang beli bulanan / distok agak lama (bisa beli sekaligus banyak) :
Bahan makanan kering: beras, pasta, mie-mie-an, minyak zaitun, butter, keju, susu (aku pakai greenfields) 

Yang beli mingguan/harian:
Di pasar:
Sayur-sayuran, kentang, ubi, tempe, tahu

Di supermarket:
telur, jamur, daging, ikan, ayam, buah.
Aku beli perdagingan di supermarket karena dulu pernah diare parah gara2 makan ayam yang beli di pasar.

Sebenarnya aku ga selalu beli mingguan karena aku tinggalnya diatas supermarket, jadi lebih sering per 2-3 hari belinya.

Dan aku masak fresh pas mau makan kalau buat Jimmy, jadi masak 2 kali sehari (biasanya kalau sarapan hanya yg kukus2an aja atau buah, roti yang ga perlu banyak persiapan).

Makan siang disiapkan pas Jimmy tidur siang sekitar jam 11, jadi pas dia bangun tinggal makan.
Makan sore mulai disiapkan sekitar jam 4an.

Kalau lagi rajin, malam sebelumnya pas Jimmy sudah tidur, aku potong2 dulu yg bisa dipotong sebelumnya, seperti bawang putih, bawang merah, bawang bombay, ditaruh di kontainer di kulkas, jadi pas masak tinggal pakai saja. Yang lama kan sebenarnya persiapannya ya. motong2, iris2, dll.

Korea!

Horee minggu depan mau ke Korea liburan...entah nantii Jimmy makan apa disana berhubung banyak yang pedes katanya...

Sebisa mungkin ajarin Jimmy...

Untuk duduk manis kalau lagi makan cemilan. Entah itu di rumah atau di luar. Bukannya apa, repot bersihinnya kalau sambil jalan2! =P

Di Sekolah Minggu Gereja
Di rumah
Sebelum punya kursi =P

Contoh Jimmy ga mau makan dan susah fokus

Banyak yang mengira Jimmy tuh selalu semangat makan. Ohhh tidakkkkk. Contohnya bisa dilihat di video ini pas dia umur 8 bulan. Dia ga mau makan telur maupun pasta yang aku tawarkan BERKALI-KALI. Cuman dipenyet-penyetin itu makanan.




FYI, Jimmy ga mau makan pasta selama 1-2 bulan kayaknya, tiap kali ditawarin, cuman dipegang aja, tapi ga mau dimasukin mulut. Ga menarik kali buat dia. Terus aja tak tawarin, dan suatu hari keajaiban terjadi dan dia makan pasta dengan lahapnya seperti tidak terjadi apa-apa. Hanya Tuhan yang tau.

Dari video ini bisa dilihat bahwa:
  1. Bayi umur segini udah pinter banget ngenalin makanan yang dia pernah coba dan suka. Lihat deh, pas aku tawarin telur/pasta dia ga mau makan. Tapi pas di tengah2 aku tawarin sepotong makanan yang dia tau dan suka (ubi di menit 3:14), langsung dimakan sama dia haha.
  2. Usahakan untuk menimalisir hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian bayi dari makanan. Contohnya di video ini, setiap ART ku lewat, Jimmy pasti nengok dan ga fokus makan lagi. Akhirnya aku minta ART ku untuk ga mondar-mandir kalau jam makan dia. Pokoknya pas masih awal BLW aku berusaha ga ada gangguan di sekitar kita.
  3. Waktu bayi makan di awal BLW itu memang lamaaaaa (untuk standar dewasa). Jadi sabar ya, atur ekspektasi, jangan berpikir ga ada progres, ini semua normal kok, dia memang perlu waktu, jangan diiburu-buruin. Ini aja video 9 menit lebih Jimmy baru makan sepotong ubi itu. Selebihnya makanan hanya dimainin, atau sibuk nengok kanan kiri depan belakang zzzz.
 Semangat BLW!

Dag-dig-dug menjelang BLW Jimmy

Lucu juga kalau ingat betapa gugupnyaaaaa pas menjelang Jimmy mulai BLW. Bukan cuman gugup sih, malah lebih ga sabarrr pengen mulai saking senengnya. Penasaran apa yang akan terjadi. Apa bener bayi kecil ini bisa makan sendiri kayak yang di video-video? Akankah dia ambil makanannya? Akankah dimasukkan mulut?

Ini kurang lebih yang aku lakuin:
  • 2 bulan sebelum Jimmy 6 bulan, aku mulai cicil baca-baca tentang BLW di Internet (beli buku BLW malah jauh setelah Jimmy sudah pintar BLW). Banyak banget sumber di Internet, tetapi memang 90% dalam bahasa Inggris
  • 1 bulan sebelumnya mulai lebih rajin baca-bacanya sambil catet yang penting-penting. Trus mulai nge-lobi suami biar ikut dukung aku.
  • 3 minggu sebelumnya mulai catat jenis makanan yang bisa ditawarkan pas hari-hari pertama dan peralatan yang diperlukan
  • 2 minggu sebelumnya mulai merangkai menu awal Jimmy dan cara menyiapkannya. Contoh menu BLW bisa dilihat disini.
  • Berdasarkan researchku, aku memutuskan untuk beli high chair yang plastik saja biar lebih gampang dibersihkan. Trus beli peralatan BLW lainnya.
  • Seminggu sebelumnya makin rajin baca pengalaman BLW bayi lain dan lihat video BLW dan coba mengatur ekspektasi agar tidak kecewa kalau ga dimakan pas awal2.

Saking kesenengannya dulu aku sempat tergoda untuk mulai 1-2 hari lebih awal, sekedar latihan ceritanya, biar pas 6 bulan  dia udah masukin makanannya ke mulutnya =P curang dongggg.
Tapi akhirnya berhasil untuk nunggu sampai pas 6 bulan. Pengalaman hari pertama Jimmy dan beberapa yang lain bisa dibaca disini,  Ayo yang lain ikut berbagi dong tentang persiapan BLW dan hari pertamanya di komen bawah, berguna banget buat ibu2 yang baru mau mulai BLW.

Selesai ASI

Beberapa hari yang lalu Jimmy akhirnya berhenti minum ASI. Anaknya udah ga minta lagi sih, tapi sebelum tidur biasanya tetep minum walaupun dia ga minta. Akhirnya berhenti juga deh 1 tahun 10.5 bulan minum ASI berarti. Hore.

Membersihkan high chair Jimmy

Beberapa bulan pertama Jimmy luarrrr biasaaa berantakannya. Pas awal berantakannya ga disengaja karena dia memang masih belajar pegang, jadi ga sengaja jatuh dll. Lama-lama berantakannya dikarenakan faktor kesengajaan, udah jago pegang, trus dilempar aja ke lantai =P

Tenang ibu-ibu, keberantakan ini hanya sementara, jangan khawatir, fase itu akan berlalu!

Jadi pas awal aku harus cuci high chair Jimmy setiap hari di kamar mandi. Bahkan pas minggu-minggu pertama harus tak cuci setiap kali selesai makan.

Jadi disemprot dulu di kamar mandi:

Pakai semprotan toilet karena lebih kenceng airnya =D

Trus tak cuci pakai spons dan sabun khusus untuk peralatan bayi (aku pakai merek Pure baby). Oh iya di dapur aku pakai 3 spons, 1 buat cuci wajan-wajan dan alat masak yang biasanya berminyak, 1 buat peralatan makan umum, 1 khusus buat peralatan makan Jimmy.




Trus setelah itu tak keringin, dan aku lap lagi pakai tisu basah (dimulai dari tray-nya). Aku pakai yang khusus buat makan atau yang buat tangan dan mulut.




Setelah Jimmy ga terlalu berantakan (umurnya beda-beda ya kapan bayi akhirnya rapih makannya), aku cuman cuci tray-nya aja di dapur setelah makan, trus tetep pakai tisu basah lagi setelahnya. Trus makin kesini makin rapih, dan sudah pakai piring juga, jadi tray-nya malah ga tak cuci lagi, aku lap aja pakai tisu basah atau lap khusus buat meja makan, soalnya tray-nya sudah berubah fungsinya jadi sebagai meja aja, 

Memang BLW berantakan, tapi semangat ya ibu-ibu, hanya sementara kok, daripada stresss harus nyuapin sampai gede, mending repot sekarang dan santai-santai nanti =P

'Jimmy kurus banget yaaa'

'Jimmy kurus banget yaaa'

Sering banget denger kalimat ini. Dan lucunya itu datang 90% dari keluarga. Diulang-ulang terus setiap ketemu dari orang yang sama lagi sama lagi.  

"Kurusan ya? 
Kok kurus banget sih? 
Kecil banget kalau dibandingin si A, B, C
Hah? Cuman 10 kg-an beratnya? Sama dong sama A, padahal A lebih muda dari Jimmy"

Zzzzzzzzzzzz

Si Jimmy ini ga kurus padahal. Berat badannya sesuai kurva pertumbuhan yang sehat, jadi ya pas, ga kurang, ga lebih. Jimmy lahirnya memang sudah langsing di 2,95 kg, jadi wajar dong kalau gedenya ga kayak anak yang lahirnya 3,7 kg dan lengannya ga berlipat-lipat seperti michelin. Kesannya aku ga kasih dia makan segala haha.

Kebanyakan orang mengira bayi gendut = bayi sehat. Entah logikanya dari mana itu. Kalau gemuknya dari makan coklat piye? =P

Paling males adalah sekarang kan Jimmy sudah mulai mengerti pembicaraan orang, walaupun perkataan mereka ga benar, tapi yo namanya anak kecil, kalau diulang-ulang terus nanti dia pikir memang betul penampilannya ada yang kurang dan bisa mempengaruhi kepercayan dirinya. Semoga ga terjadi deh.
 

Jimmy & tenderloin & gagging

Jadi kan ceritanya pas Jimmy umur 4 bulan, dokternya Jimmy kasih tetesan zat besi buat Jimmy, katanya sangat disarankan untuk dikasih setiap hari. Dia jelasin lah pentingnya zat besi dll. dst. dan zat besi yang dikandung dalam ASI sudah mulai mengurang.

Setelah pulang aku cari tahu deh di Internet tentang suplemen zat besi ini. Dan setelah menimbang semua informasi yang ada, aku memutuskan untuk tidak memberi suplemen itu ke Jimmy. Kasihan, katanya rasanya kayak logam, dan banyak juga ibu-ibu yang menggunakan cara alami untuk memastikan anaknya cukup zat besi (misalnya dengan mengkonsumsi makanan kaya zat besi). Setelah itu tinggal memastikan saja pas anak mulai makan makanan padat, mereka makan makanan yang kaya zat besi.

Nah Jimmy kan mau BLW tuh ceritanya. Dan aku baca daging merupakan sumber kaya zat besi. Jadi aku cari tahu gimana cara kasih daging ini ke Jimmy sejak 6 bulan. Akhirnya aku ikutin saran-saran bule-bule yang ber BLW, cara persiapan tenderloinnya bisa dibaca di sini. Intinya mereka umur segini hanya menghisap-hisap cairan dalam daging (jusnya), nah ini nih sumber zat besinya.
Tetapi aku juga baca, makan daging ini bisa buat pup-nya jadi keras, jadi aku batasin seminggu sekali aja pas umur 6 bulan.

Ini nih video Jimmy 'makan' tenderloin:


*catatan: sebelum video ini, Jimmy perlu 3-5 menit-an untuk bisa pegang dagingnya dan kita bantu .

Nah pas 7 bulan, aku upgrade deh dari tenderloin jadi daging giling yang bisa dia gigit dan makan. Resepnya bisa dilihat disini.
Trus Jimmy sempat gagging pas makan ini huhu, gara-gara gigitnya terlalu besar, sampai ASI nya ikut dimuntahin juga. Aku panikkkkk, bingung mau ngapain, akhirnya aku biarin aja karena pernah baca kalau sebaiknya dibiarkan saja dia dan kita hitung sampai 10. Dan bener, setelah itu dia baik-baik saja fiuhhhh.

Jadi yang penasaran gagging itu seperti apa, silahkan lihat video ini, di 7 menit ke atas kejadiannya.



Berlibur di Bali

Sebenernya sih bukan liburan, tapi kita waktu itu memang harus dateng ke pernikahan teman baik suami, jadi ya sudah sekalian aja deh diperpanjang jadi liburan, biar Jimmy dapet udara segar dan senang-senang di pantai, sekalian mamanya menghitamkan kulit (kurang ya hitamnya??).

Waktu itu Jimmy sudah hampir 1 tahun 4 bulan, jadi kalau bepergian ga sesusah dulu mikirin makanannya. Dibahas per hari aja deh ya biar enak.  

Sabtu siang 

Masih di Jakarta.

Persiapan makanan Jimmy dari rumah:
  • 1 kontainer penuh dengan pepaya - persiapan untuk ngemil di pesawat dan buat di Bali juga. Jimmy suka banget sama buah, jadi ini memang andalan biar anteng.
  • 1 kontainer pasta campur sayur dan daging untuk 1-2 kali makan (akhirnya ini ga sempat dimakan dan kebuang)
  • 1 kontainer nasi campur sayur dan daging untuk 1-2 kali makan
  • 3 roti untuk sarapan besoknya (tapi ketinggalan di rumah akhirnya....zzzzz)
Peralatan makan Jimmy yang dibawa:
  • 2 sendok
  • Tissue basah 
  • Botol air
Koper kita cuman bawa 2 carry-on dan 1 diaper bag Jimmy (aku memang sangat efisien deh kalau masalah packing).

Perjalanan ke bandara lancar, proses check-in juga lancar, dan untungnya Lion Air ga delay.
Bagaimana dengan makanan Jimmy? Ternyata pesawat baru take-off, si pepaya udah habis dimakan dia.....tapi ya berkat pepaya ini Jimmy anteng di pesawat, sibukkk makan.

Sampai Bali udah jam 2-an siang, langsung cek-in di Harris Tuban karena bisa jalan kaki ke tempat pernikahan temen. Kamarnya agak kecil, tapi lumayanlah. Yang kita ga suka lantainya lengket, entah kenapa. Tapi karena kita cuman semalem disana, ya ditahan-tahanin aja.
Sampai hotel, Jimmy tidur siang. Bangun-bangun makan nasi sedikit, tapi karena di tempat baru, dia lebih memilih untuk bereksplorasi keliling hotel. Ya udahlah, nanti juga laper.

Jam 5 sore kita ke acara pernikahannya di Patra Bali. Tempatnya bagus, halamannya luas, jadi puaslah si Jimmy kesana kemari dengan gembira.

Jam 6 sore udah mulai duduk untuk makan malam deh....dan si Jimmy lahap banget makan nasinya sambil duduk di kursi pantai (ga ada high chair pastinya). Lahap karena udah banyak buang kalori tuh jalan-jalan. Setelah nasi, dia masih nyomot mie goreng dari piring kita.

Jam 8 malam langsung mandi di hotel dan tidur. Sementara mama dan papanya lanjut ke Seminyak sampai jam 1 pagi kayaknya (gaulllll).

Oh, akhirnya pasta Jimmy ga tersentuh sama sekali, jadi dimasukin di kulkas aja. Tapi akhirnya besoknya dibuang karena takut udah basi.

Minggu 


Seperti biasa, Jimmy ga kenal ampun, dan jam 5:30 pagi sudah bangun....zzzzzz. Trus tentunya mamanya lupa untuk bawa roti dari Jakarta untuk sarapan dia pagi ini. Jadi bingung, kasih makan apa dia setelah nyusu? Sedangkan anaknya udah 'AM AM AM' terus minta makan.

Keluarlah kita dari hotel untuk cari makanan. Puji Tuhan ada warung yang sudah buka. Yo wis makan nasi campur aja ya Jimmy? Makannya tentunya sambil dipangku, wong di pinggir jalan. Puass anaknya makan nasi campur mie goreng campur telur campur perkedel. Sempet bungkus juga buat di hotel.

Sarapan Jimmy selesai, kita langsung cek out jam 10an, Jimmy tidur di mobil selama perjalanan ke tempat sarapan favorit mama papanya dari jaman pacaran. Disana Jimmy makan hash brown sambil duduk di kursi sendiri. Dan puas jalan kesana kemari di rumput seperti biasa.


Setelah itu kita cek in di hotel berikutnya, Berry hotel di daerah Kuta. Kenapa bisa nginep di hotel ini? Jadi ya jaman dulu sebelum Jimmy lahir, saya dan suami sangat nge fans sama Kokonut Suites karena kamarnya sangat luas, ada ruang tamu segala. Sayangnya daerahnya sangat macet, jadi akhirnya dulu kita iseng klik ke website grupnya Kokonut ini, dan menemukan si Berry hotel. Berhubung masih satu grup, jadi kita yakin pasti Berry ini sama bersihnya lah. Jadi kita sempat menginap disana pas masih baru buka. Kamarnya luas dan bersih, harganya murah pula, jadi kita puas.

Lanjut sarapan di hotel
Tetapi oh tetapi, ternyata kamarnya ga dirawat dengan baik. Pas kita masuk kamar, pada awalnya kita senang, luas soalnya kamarnya. Eh pas buka kamar mandinya, wastafelnya ada flek-flek air seperti tidak dibersihkan. Dan banyak semut dimana-mana, jadi ga bisa taruh makanan dimanapun. Paling parah adalah, nyamuk banyak banget! Bukan cuman 1-2, tapi sampai 10! Bayangin aja repotnya kalau ada bayi. Tapi ya udahlah, cuman semalam ini. Alhasil mandinya pakai sendal haha.

Sampai hotel, Jimmy minta makan lagi. Untungggg ada bungkusan nasi campur. Habis makan, mainlah di deket kolam renang lihatin bapaknya berenang.

Sorenya kita ke tempat makan yang lagi hitssss banget, Kaki Lima by the Sea di Canggu. Tempatnya bagusss banget buat anak kecil. Isinya rumput semua! Luassssss banget, dan menghadap pantai (pantainya sih ga bisa buat berenang sepertinya). Jadi meja-mejanya ditaruh di atas rumput semua. Dan tentunya karena ini memang restoran yang family-friendly, high-chairnya banyaakk. Makanannya sih biasa aja, dan sedikit mahal, tapi gpp lah sekali-kali juga. Jimmy lari-lari kesana kemari, main bola dengan anak-anak lain, trus makan fish and chips (ga habis) di HCnya sambil lhatin anjing yang berkeliaran. Bahagia banget lihat anak bahagia.


Senin

Hari yang ditunggu-tunggu karena hari ini ngineo di Sofitel Nusa Dua huhuyyy, coba hotel yang di pantai. Pagi-pagi makan roti, trus jalan. Suami pengen banget coba nasi campur pak Malen yang di Sunset Road, jadi akhirnya kita mamppir kesana dulu, aku dan Jimmy tunggu di mobil aja (aku ga suka nasi campur). Setelah itu langsung ke Nusa Dua. Lihat hotelnya pertama kali wowww.
Silahkan lihat sendiri aja ya foto-fotonya.

Ini tohh yang namanya kasur beneran?? (yang di rumah KW)

Masih pemanasan..


hahahahha

Kenapa hamalan kita ga seluas ini mama??
Hiiii jijikkk

Pantainya ga bisa buat berenang


Setelah terkesima sama kamar hotel, kita langsung buru-buru berenang (ga mau rugi dong!), padahal jam 11 siang. Pokoknya makin eksotisss deh kulit. Setelah berenang mandi di kamar mandi hotel yang ukurannya sama seperti kamar apartemen kita =P

Makan siang tentunya ga di hotel dong ($$$), melainkan di warung nasi di pinggir jalan Nusa Dua hihi...Jimmy makan nasi soto ayam, satu porsi ga habis, jadi sisanya dibungkus buat makan malamnya. Makannya dipangku (hebat deh kalau nemu warung yang pakai HC).

Sampai hotel kita semua istirahat sebentar. Trus lanjutttt ke pantai di hotel. Jimmy nih ya anak kota banget, jijik sama yang namanya pasir =P Dia ga mau menginjak satu jempolpun di pasir, kalau dipaksa teriak-teriak......zzzzzzzz. Apa gunanya kita nginep sini nak?? Jadinya kita kasih alas handuk deh biar dia mau duduk di pantai. Ga betah lama-lama, maunya ke rumput deh.

Sorenya kita iseng nitipin dia di kids club hotel (namanya Cheeky Monkey). Lucu deh ini tempatnya malah menyarankan anak dititipin sendiri aja disana. Jadi kalau orang tua atau pengasuh lainnya mau nemenin, harus bayar! Haha lucu juga ya konsepnya.

Selagi Jimmy di kids club, aku dan suami sibuk coba kolam renang dari ujung ke ujung *norak

Sorenya Jimmy makan soto ayam lagi, trus mandi, jalan-jalan keliling hotel sebentar, trus tidur. Mama papanya lanjut ke restoran favorit di Seminyak, Ultimo. Yummmm, ngetiknya aja bikin laper. Trus mampir Bali Bakery buat beli sarapan besoknya.


Selasa

Yahh waktunya pulang ke Jakarta. Pagi puas-puasin dulu deh tuh santai-santai di hotel sambil sarapan roti. Trus jalan deh kita. Ke toko oleh-oleh dulu. Trus pas menuju bandara kita laperrrrr banget, dan males mikir cari restoran, akhirnya makan di...............KFC =P *mama sempurna

Jimmy campur-campur makannya, nasi iya, ayam iya, hamburger iya.

Trus ke bandara dan pulang dehhhh.


Penutup: Makan kalau lagi bepergian ya begitulah, kadang dapat makanan yang dia suka, kadang ga, kadang makannya banyak, kadang sedikit, tapi pasti makan sih, jadi dibawa santai aja! Tipsnya adalah berusaha untuk selalu bawa/beli makanan yang dia pasti suka dan gampang dibawa (misalnya roti buat Jimmy) untuk saat-saat darurat.

Fase Jimmy: jejelin semua makanan dalam mulut!

Ga tau ya kalau ada yang ngalamin ini juga, tapi Jimmy dulu sempat mengalami masa-masa ini pas dia dibawah 1 tahun kayaknya (nanti tak cari videonya ya):

Semua makanan di depan dia dijejelin sebanyak mungkin ke dalam mulutnya zzzzzzzzz


Sebanyak mungkin dalam arti sampai mulutnya ga bisa nutup saking kebanyakan makanan!

Setelah itu ada beberapa kemungkinan yang terjadi:
  1. Dia berhasil mengunyah dan menelan semuanya dengan baik - halleluyaaa
  2. Dikeluarin lagi makanannya dari mulutnya (dengan latar belakang mamanya yang melotot)
  3. Dia tersedak sedikit sehingga balik lagi ke nomor 2
Kenapa dia melakukan itu? Hanya Tuhan yang tahu.

Setelah berhari-hari seperti ini akhirnya suami menyarankan untuk taruh makanan secukupnya saja dulu di piringnya, kalau dia sudah habiskan baru ditambahin lagi. Ya lumayan membantu.

Tapi tenang, fase itu berlalu juga kok dengan sendirinya setelah kurang lebih 2-3 minggu fiuhhh.

Huaaa Jimmy udah gede

Before
Jimmy sudah resmi pindah dari cribnya ke kasur di lantai biar dia bebas naik turun kalau sudah bangun tidur. Eh bener deh tadi pagi tiba-tiba ada makhluk kecil masuk ke kamarku bangunin aku jam 5:30 pagi =P. 

After

Alasan BLW masuk akal

Semua orang memulai BLW untuk alasan yang berbeda-beda:
  • Ada yang kurang suka masak, jadi kayaknya BLW praktis buat mereka
  • Ada yang pernah lihat anak BLW lainnya dan takjub dan pengen menerapkan hal yang sama ke bayinya
  • Ada yang males nyuapin, atau ngejar-ngejar anak untuk disuapin pas gede nantinya
  • Ada yang karena memang anaknya ga mau disuapin sama sekali, jadi iseng coba-coba biarin dia makan sendiri, ehhh mau. Jadilah ber-BLW
  • Ada yang benar-benar mempelajari dan menyukai filosofi BLW dan mengambil keputusan untuk mengikutinya, dll. dst.

Kalau aku pribadi dimulai dengan alasan #1 hihihi...kemudian aku pelajari deh si BLW ini panjang lebar dari semua sumber yang ada di Internet (belum beli buku BLW waktu itu), dan akhirnya alasanku bergeser ke #5.

Penting lho untuk dari awal mempertanyakan diri sendiri kenapa kita mau menerapkan BLW ke bayi kita. Karena keyakinan itulah yang akan 'menyelamatkan' kita ketika kita mulai ragu dengan konsep ini dan meragukan kemampuan bayi kita.
Bisa dibilang BLW itu bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian. Pada awalnya mungkin bayi akan memakan waktu yang lama untuk mengambil makanannya dan memasukkan ke mulut.
Jadi, keyakinan ibu adalah kunci dari kesuksesan BLW. Tentunya kalau ada dukungan dari suami, dll akan sangat membantu. Tetapi pada dasarnya semua akan bergantung pada kita.

Jadi semangat ya ibu-ibu memperdalam pengetahuan tentang BLW, entah itu dari Internet, dari buku, dari forum, dari grup BLW Indonesia, dll.


Untuk aku pribadi, ini informasi yang paling bikin aku yakin tentang BLW (sumber dari buku Baby-Led Weaning karangan Gill Rapley & Tracey Murkett):

Bayi kita berguling, merangkak, duduk, berdiri, berjalan dan berbicara tanpa perlu diajarkan, Mereka mengembangkan keterampilan tersebut dengan sendirinya secara alami ketika mereka siap. Siapa yang pernah ngalamin - ditinggal sebentar eh tiba-tiba bayi sudah berguling dari kasur ke ke lantai =P


Apakah kita bisa paksa mereka untuk belajar semua itu? Ga kan? Pasti akan terjadi sendiri ketika mereka siap, dan kita hanya bisa memberikan mereka kesempatan untuk belajar melakukannya secara alami.
Contoh: Kalau kita menaruh bayi kita di lantai, ini memberi dia kesempatan untuk berguling-guling (bayangin kita yang paksa gulingin-gulingin dia...kasihan kan =P)
Sama halnya dengan berdiri dan berjalan. Jia terus diberi kesempatan, akhirnya bayi akan melakukannya sendiri.

Mengapa pemberian makanan harus berbeda?


Kalau ibu-ibu lain, apa alasan menerapkan metode BLW?