Tampilkan postingan dengan label persiapan BLW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label persiapan BLW. Tampilkan semua postingan

Bayi saya sudah 8 bulan, terlambat ga untuk mulai BLW?

Bayi saya sudah XX bulan, terlambat ga untuk mulai BLW?

Jawaban ini rangkuman (pakai bahasaku sendiri ya) dari buku Baby-Led Weaning karangan Gill Rapley & Tracey Murkett:

Ga pernah ada kata terlambat untuk BLW! Bayi mana sih yg ga senang dibolehin blenyek2in makanannya sendiri =P

Tetapi mungkin responnya agak berbeda dari bayi yang mulai BLW dari umur 6 bulan.

Bayi yang mulai BLW dari umur 6 bulan sudah punya kesempatan untuk bereksperimen dengan makanannya dan meningkatkan keterampilan makan mereka. Dan pada masa eksperimen/belajar ini, mereka secara fisik belum terlalu butuh banyak makan, belum mengenal rasa lapar, dan nutrisi mereka masih terpenuhi dari ASI/susu formula.
Jadi ini sebenarnya jendela waktu yang ideal untuk mereka BLW, karena kemungkinan akan sedikit makanan yang ditelan oleh bayi pada tahap awal. Dan mamanya ga perlu khawatir dia kurang nutrisi walaupun makannya dikit.


Bayi yang mau beralih dari disuapin ke metode BLW mungkin kemajuannya tidak begitu jelas karena kesempatan bereksplorasi tadi telah terlewati.
Pas ditawarin makan sendiri pertama kali, kemungkinan dia akan frustasi karena ga bisa makan secepat yang dia mau. Bayi yang disuapin kan terbiasa menelan makanan yang banyak dengan cepat pas mereka lapar, karena bubur ga perlu dikunyah.

Bayi yang sudah terbiasa disuapi juga kemungkinan akan berusaha jejelin makanan sebanyak-banyaknya ke dalam mulutnya pas awal-awal. Ini karena mereka belum terbiasa mengunyah makanan sebelum menelan, atau belum menemukan cara untuk menghindari mengisi mulut mereka berlebihan.


Jadi apa yang bisa dilakukan mamanya agar transisi dari disuapin ke BLW lebih lancar?
  • Tawarin makan ketika bayi belum lapar - ini biar dia bisa fokus untuk belajar makan sendiri tanpa buru-buru dan ga cranky karena sudah lapar. Jadi contohnya antara sarapan dan makan siang.
  • Tetap menawarkan bubur pas jam makannya seperti biasa, tetapi tawarin juga potongan makanan yang dia bisa ambil sendiri dengan tangannya. Sedikit demi sedikit, kurangi porsi bubur sesuai berkembangnya keterampilan anak untuk makan sendiri. Dengan waktu, dan dengan berkembangnya keterampilan mereka untuk makan sendiri, mereka ga akan tertarik lagi dengan bubur.
  • Walaupun makan bubur, coba tawarin dia untuk pegang sendoknya sendiri, seperti video Jimmy disini.
  • Untuk makanan awal, tawarin makanan yang 'menarik' atau makanan favorit dia - misalnya buah-buahan yang memang manis alami, biasanya ini kesukaan semua bayi - semangka, mangga (favorit Jimmy nih pas awal), melon Jepang, dll.
  • Ajak makan bersama biar dia juga tergoda untuk meniru orang dewasa yang makan sendiri.


Oven elektrik

Oven berguna banget untuk keluarga kita, terutama untuk Jimmy yang BLW. Pas awal kan aku coba untuk ga kasih dia yang perlu minyak/digoreng, jadi kalau ga dikukus ya dipanggang. Sampai sekarang kita pakai oven itu minimum seminggu sekali. Entah untuk buat makanan utama (Lasagna, ayam panggang, dll.) atau kue-kue (roti pisang, cupcake, brownies, dll.)

Waktu itu beli oven elektrik agak asal-asalan aja. Dalam arti ga research dulu ada merek apa aja, harga, dimana termurah, dll. Sudah males deh pergi jauh-jauh demi hemat sekian ribu rupiah.
Jadi cuman ke supermarket terdekat dan beli yang (paling) murah aja. Yang penting ukurannya cukup buat bikin makanan utama dan kue2an buat keluarga kecil kita.

Jadi ini bukan rekomendasi ya, hanya sekedar kasih tahu saja merek oven yang kita pakai di rumah berhubung banyak yang tanya. Pasti ada yang lebih bagus, lebih murah, dll. Kita pakai oven elektrik Denpoo.

Bingung juga kalau disuruh kasih review soalnya ini oven pertama yang pernah aku pakai, jadi ga bisa bandingin. Pokoknya mampu panggang makanan kita selama ini. Harganya dulu 400an kalau ga salah.Tapi siap-siap aja listrik naik karena watt-nya tinggi.

Denpoo

Jadwal pembelian bahan makanan Jimmy

Yang beli bulanan / distok agak lama (bisa beli sekaligus banyak) :
Bahan makanan kering: beras, pasta, mie-mie-an, minyak zaitun, butter, keju, susu (aku pakai greenfields) 

Yang beli mingguan/harian:
Di pasar:
Sayur-sayuran, kentang, ubi, tempe, tahu

Di supermarket:
telur, jamur, daging, ikan, ayam, buah.
Aku beli perdagingan di supermarket karena dulu pernah diare parah gara2 makan ayam yang beli di pasar.

Sebenarnya aku ga selalu beli mingguan karena aku tinggalnya diatas supermarket, jadi lebih sering per 2-3 hari belinya.

Dan aku masak fresh pas mau makan kalau buat Jimmy, jadi masak 2 kali sehari (biasanya kalau sarapan hanya yg kukus2an aja atau buah, roti yang ga perlu banyak persiapan).

Makan siang disiapkan pas Jimmy tidur siang sekitar jam 11, jadi pas dia bangun tinggal makan.
Makan sore mulai disiapkan sekitar jam 4an.

Kalau lagi rajin, malam sebelumnya pas Jimmy sudah tidur, aku potong2 dulu yg bisa dipotong sebelumnya, seperti bawang putih, bawang merah, bawang bombay, ditaruh di kontainer di kulkas, jadi pas masak tinggal pakai saja. Yang lama kan sebenarnya persiapannya ya. motong2, iris2, dll.

Makanan yang perlu dihindari

Berikut makanan yang perlu dihindari sampai bayi berumur satu tahun:
  • Madu - sumber potensial botulisme
  • Kerang
  • Telur yang belum matang - dapat mengandung salmonella (penyebab infeksi perut)
  • Kacang - beresiko karena bentuknya yang dapat mudah tersangkut di tenggorokan anak
Garam juga sebaiknya dihindari karena ginjal bayi belum cukup matang untuk berhadapan dengan garam. Begitupun dengan gula karena gula tidak mengandung nutrisi yang diperlukan.

Dan tentunya lebih baik jika bayi memakan makanan yang dimasak sendiri dan bukan makanan 'siap saji' yang kita tidak tahu isinya.

Jika ada riwayat alergi dalam keluarga, ada baiknya untuk memberikan makanan yang sama selama beberapa hari (umumnya 3 hari) untuk melihat jika ada reaksi alergi, sebelum memperkenalkan makanan baru.

 (sumber: www.rapleyweaning.com)